Ribuan Obat dan Makanan llegal Diamankan Petugas BBPOM

Ribuan Obat dan Makanan llegal telah berhasil diamankan oleh petugas BBPOM Makassar dan petugas KPP Bea Cukai Makassar dalam mewujudkan sinergitas Pemberantasan Tindak Pidana Obat dan Makanan llegal.

Ribuan Obat dan Makanan llegal telah berhasil diamankan oleh petugas BBPOM Makassar dan petugas KPP Bea Cukai Makassar dalam mewujudkan sinergitas Pemberantasan Tindak Pidana Obat dan Makanan llegal.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ribuan Obat dan Makanan llegal telah berhasil diamankan oleh petugas BBPOM Makassar dan petugas KPP Bea Cukai Makassar dalam mewujudkan sinergitas Pemberantasan Tindak Pidana Obat dan Makanan llegal.

Balai Besar POM Makassar dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar berhasil mengamankan barang senilai 548 juta rupiah melalui barang bawaan penumpang.

Kepala kantor pelayanan Bea cukai Gusmiadirrahman mengatakan, produk obat dan makanan ilegal ini berasal dari luar negeri yang masuk melalui Kantor Pos dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada periode Oktober 2019 hingga November 2019 ini.

” Juga produk yang masuk melalui Kantor Pos adalah paket Kiriman via kargo yang dikirim
sebanyak 3 kali Pengiriman dan setelah paket tersebut dilakukan pemeriksaan
ditemukan sediaan Obat TIE yang berbentuk Kapsul tanpa identitas dengan kode p.
15 dan P-30 dengan jumlah total 6.183 butir dengan jumlah nominal seharga Rp.
331.320.000,-,” terangnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Balai POM Sulsel Drs. H. Abdul Rahim Apt, MSi menyatakan terhadap temuan Obat TIE yang berbentuk Kapsul tanpa identitas dengan kode P-15 dan P-30 telah dilakukan pengujian di Laboratorium BBPOM di Makassar dengan
hasil + (positif) mengandung Sibutramin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI sejak tanggal 14 Oktober 2010
telah melakukan pembatalan izin edar dan penarikan seluruh obat jadi yang
mengandung Sibutramine dikarenakan aspek keamanan.

“Penggunaan sibutramine dalam jangka panjang yang dapat menyebabkan peningkatan risiko kejadian kadiovaskular pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular,” terangnya.

Selain itu telah diamankan juga produk di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang merupakan bawaan penumpang (4 orang) terdiri : Suplemen Kesehatan TIE dengan merek Lemon Fit sebanyak 125 box dengan jumlah nominal seharga Rp. 23.000.000.

Pangan TIE berupa roti Croissant 7 Days sebanyak 1.002 pcs dengan jumlah
nominal seharga Rp. 20.040.000, Kosmetik TIE berupa : Kelly Cream sebanyak 5.508 pcs dengan jumlah nominal seharga Rp 110,160,000 juga Nur Skin Care Cream sebanyak 800 pcs dengan jumlah nominal seharga Rp. 56.000.000.

Nur Skin Care Sabun sebanyak 142 pcs dengan jumlah nominal seharga Rp. 4.260,000
dan Queen Handbody Lotion sebanyak 20 pcs dengan jumlah nominal seharga
Rp. 4.000.000.

Secara keseluruhan bernilai kurang lebih 548 juta rupiah. (***)