AAI Pusat Bahas Putusan MA Terkait Kasus First Travel

Pengurus pusat Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Jakarta merespon nasib jamaah first travel pasca putusan Mahkamah Agung yang menyatakan aset dirampas negara dalam diskusi internal di kantor DPP AAI, Rabu 27 November 2019.

Pengurus pusat Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Jakarta merespon nasib jamaah first travel pasca putusan Mahkamah Agung yang menyatakan aset dirampas negara dalam diskusi internal di kantor DPP AAI, Rabu 27 November 2019.

JAKARTA, DJOURNALIST.com  —  Pengurus pusat Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di Jakarta merespon nasib jamaah first travel pasca putusan Mahkamah Agung yang menyatakan aset dirampas negara dalam diskusi internal di kantor DPP AAI, Rabu 27 November 2019.

Asosiasi para pengacara ini melihat perlunnya sinergisitas antara penegak huku dalam perkara seperti first travel dan kasus serupa yang melibatkan orang banyak.

“(Dalam kasus seperti First Travel) pengembalian kerugian masyarakat luas harus diutamakan,” ujar Muhammad Ismak selaku ketua umum.

Menurut Ismak yang juga bakal calon Walikota Makassar ini mengungkapkan bahwa dalam diskusi tersebut disebutkan bahwa dalam perkara first travel, penghukuman kepada pemilik first travel tidak menyelesaikan masalah apalagi putusan mahkamah agung yang memutuskan seluruh aset first travel disita negara dan membuat korban first travel makin tidak jelas nasibnya.