Setahun Nganggur, Alumni Triesakti Tagih Uang Jaminan

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Puluhan alumni siswa lembaga pendidikan Triesakti Institute of Airlines menagih uang jaminan biaya pendidikan sebesar 10 persen.

Salah satu alumni, Nursam mengatakan, uang jaminan 10 persen tersebut sesuai yang tertera pada brosur dari lembaga tersebut.

Dimana, uang jaminan 10 persen tersebut bakal dikembalikan jika alumni tidak mendapatkan pekerjaan dalam setahun usai menyelesaikan studinya.

“Tapi semenjak kami memintanya, seakan kami dipersulit. Pihak Triesakti meminta beberapa syarat, padahal di dalam brosur tidak ada seperti itu,” katanya, Minggu (22/12/2019).

Adapun total biaya yang dikeluarkan Nursam mencapai Rp10 juta selama menjadi siswa Triesakti. Total biaya tersebut berasal dari iuran per bulan sebanyak Rp2 juta.

Terpisah, pemilik dan penanggung jawab utama Triesakti Institute of Airlines, Sugeng Rianto mengakui, pengembalian uang jaminan itu ada dalam brosur.

Tetapi, uang jaminan tersebut sebagai promo dari manajemen sebelumnya. Lalu, uang jaminan itu tidak dimasukkan ke dalam surat hak dan kewajiban yang ditandatangani siswa.

“Jadi tidak ada hitam di atas putih, seharusnya dimasukkan di situ. Itulah sebabnya, saya minta hitam di atas putih supaya saya bisa melanjutkan komitmen itu,” tandas Sugeng.

Meski begitu, lanjutnya, dia menyanggupi pengembalian uang jaminan tersebut. Namun, ada syarat dan prosedur yang harus dipenuhi alumni.

Syarat tersebut, meliputi alumni harus tertib administrasi, kehadiran 85 persen, pembayaran tepat waktu, menyelesaikan tugas akhir, mengikuti on the job training dan visit bandara, tak mendapatkan surat peringatan hingga aktif mengupdate lowongan pekerjaan.

“Jika syarat dan ketentuan tersebut bisa dipenuhi ada prosedur pengembalian uang jaminan,” katanya.

Prosedurnya, alumni membuat permohonan tertulis untuk meminta pengembalian uang jaminan ke lembaga Triesakti.

Surat permohonan itu dengan melampirkan keterangan tidak bekerja dan tak berpenghasilan, bukti pembayaran pendidikan, tiga surat lamaran pekerjaan, bukti pembayaran on the job training dan visit bandara.

“Selanjutnya, alumni siap memenuhi panggilan tim legal untuk memverifikasi surat permohonan. Jika hasil verifikasi dinyatakan sesuai akan menandatangani fakta integritas untuk pengembalian,” tuturnya.

Sementara soal jaminan kerja, Triesakti menerapkan jaminan kualitas pendidikan yang dibutuhkan industri.

“Setelah lulus, siswa yang mencari kerja, kami hanya memfasilitasi alumni, bukan kami yang menjamin kerja” katanya.

Sementara itu, mantan Direktur Triesakti, Syaid Indra Jaya mengatakan, keputusan pengembalian uang jaminan 10 persen melalui persetujuan Sugeng.

“Waktu itu, pak Sugeng selaku CEO yang juga pegang manajemen semua. Keuangan dia juga yang pegang. Jadi tidak ada manajemen baru karena keputusan 10 persen pun sudah disetujui oleh pak Sugeng selaku owner Triesakti,” singkatnya.(**)