Kuasa Hukum Misriyani Ilyas Polisikan Komisioner KPU Sulsel

Kuasa Hukum Misriyani, Asnawi P.Patandjengi memperlihatkan bukti laporan polisi nya ke media, Selasa 24 Desember 2019.

Kuasa Hukum Misriyani, Asnawi P.Patandjengi memperlihatkan bukti laporan polisi nya ke media, Selasa 24 Desember 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kuasa Hukum Misriyani Ilyas melakukan upaya hukum setelah kliennya tidak dilantik sebagai anggota legislatif DPRD Sulawesi Selatan pada 24 September lalu. Dengan alasan tidak lagi tercatat sebagai pengurus partai dari Gerindra Sulawesi Selatan.

Laporan tersebut ditujukan kepada Ketua KPU Sulawesi Selatan Faisal Amir dan enam komisioner KPU lainnya. Atas dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Dengan surat tanda terima laporan nomor STTLP/475/XII/2018/SPKT.

“Kemarin 23 Desember kami laporkan Faisal Amir cs ke Polda Sulawesi Selatan,”ujar Kuasa Hukum Misriyani, Asnawi P.Patandjengi, Selasa 24 Desember 2019.

Baca Juga:

    Lanjut Asnawi, terkait dengan surat keputusan KPU Sulawesi Selatan nomor 220/PL.01.9-KPT/73/prov/XII/2019 tentang perubahan atas keputusan KPU Sulawesi Selatan nomor 158/PL.01.9-KPT/73/prov/VIII/2019 tentang penetepan calon terpilih anggota DPRD Sulawesi Selatan 2019, yang ditetapkan di Makassar tanggal 2 Des 2019 maka pihaknya melakukan upaya hukum.

    “Bunyi pasal itu adalah, KPU dalam melaksanakan penggantian caleg terpilih. Harus dilaksanakan paling lambat14 hari sejak tanggal berhalangan. Yaitu diberhentikan dari partainya pada tanggal 26 Agustus 2019. Ini kan sudah lewat waktunya. Kalau memang mengacu kesitu,”katanya.

    Menanggapi hal ini, Ketua KPU Sulawesi Selatan Faisal Amir mengatakan menghargai proses hukum itu. “Dan KPU Sulawesi Selatan sudah laksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan,”jelasnya.

    Diketahui, Misriyani merupakan caleg Gerindra yang maju dalam pemilihan anggota DPRD daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Oleh KPU Provinsi Sulsel, Misriyani telah ditetapkan sebagai caleg terpilih karena meraih suara terbanyak sebesar 10.057.

    Namun, satu hari jelang pelantikan, yaitu 23 September 2019, Misriyani mendapatkan kiriman surat dari Gerindra yang menyatakan dirinya diberhentikan dari partai. Dia pun digantikan oleh koleganya Adam Muhammad.