Buku Hak Angket Kawal Demokrasi Resmi Diluncurkan

Buku hak angket kawal demokrasi yang ditulis oleh Rusman M resmi diluncurkan. Peluncuran tersebut dilakukan dalam kegiatan diskusi kupas tuntas yang digelar di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Senin 13 Januari 2020.

Buku hak angket kawal demokrasi yang ditulis oleh Rusman M resmi diluncurkan. Peluncuran tersebut dilakukan dalam kegiatan diskusi kupas tuntas yang digelar di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Senin 13 Januari 2020.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Buku hak angket kawal demokrasi yang ditulis oleh Rusman M resmi diluncurkan. Peluncuran tersebut dilakukan dalam kegiatan diskusi kupas tuntas yang digelar di Red Corner Cafe, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Senin 13 Januari 2020.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadir Halid sebagai penggas hak angket yang juga mantan Anggota DPRD Sulawesi Selatan periode 2014-2019, Wawan Mataliu, dan Armin Toputiri.

Selain itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Aminuddin Ilmar, Prof Asrullah, dan Tim Pakar Hak Anglet DPRD Sulawesi Selatan periode 2014-2019 A.M.Salatu. yang dipandu oleh Hasymi Ibrahim dari unsur Budayawan.

Baca Juga:

    Mantan Anggota DPRD Sulawesi Selatan Kadir Halid mengatakan, mengapresiasi dengan hadirnya buku ini.Menurutnya, buku itu memuat fakta yang ada dalam hal angket. Seperti kliping koran dan bukti dokumen panitia hak angkrt selama persidangan.

    “Persidangan angket sama dengan pengadilan kaena disumpah dari kanwil departemen agama. Misalnya saja yang terungkap mutasi jabatan yang termaktub dalam SK 79 lalu SK 193. Lalu turun tim dari Kemendagri dari 193 menjadi 188 orang yang dimutasi,”ujar Kadir.

    Sedangkan Wawan Mataliu menambahkan, hak angket yang dilakukan pada Juni 2019 lalu oleh 60 anggota dewan lainnya atas perintah fraksi maaing-masing. Bukan karena keinginan pribadi.

    “Ditempat ini saya ingin luruskan informasi sesat yang menyebut kami masuk dalam tim hak angket tidak terpilih lagi saat itu. Saya katakan itu tidak benar. Kami ada SK dari fraksi kami,”tegas politisi dari Partai Hanura ini.

    Makanya ia berharap di buku ini lebih dalam mengupas soaal hak angket. “Kalau bisa dibuatkan alurnya bagaimana hak angket ini muncul,”ucapnya.

    Sementara Armin Toputiri menuturkan, hak angket lahir bukan menjatuhkan pemerintahan Gubernur Nurdin Abdullah. Tetapi dewan menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol atau pengawas. “Tidak ada untuk menjatuhkan,”dia menambahkan.

    Politisi dari Golkar ini pun mengapresiasi terbitnya buku ini. Karena dapat menjadi sejarah untuk generasi selanjutnya. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

    Sedangkan, Aminuddin Ilmar menyinggung soal jabatan pratama yang dicopot dalam pemerintahan Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

    “Bahwa bila ada kesalahan perlu dikoreksi dan dikembalikan,”katanya.

    Adapun Penulis Buku Hak Angket Kawal Demokrasi Rusman mengatakan, buku yang ditulis ini berdasarkan fakta. Dimana sejumlah pelaku yang terlibat didalamnya diwawancarai. Termasuk dokumen dari media.

    “Buku ini edisi kedua. Sebelumnya sudah ada yang terbit. Buku kedua ini dicetak sebanyak 2000 ekslempar,”jelasnya.