Gelar Silaturahmi ke Kejati Sulsel, PDIP Singgung Soal Pilkada 2020

PDIP Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi, Jalan Urip Sumohardjo dengan agenda memperkenalkan pengurus partainya dan juga mengenai lahan milik Pemprov yang akan digunakan PDIP untuk membangun kantor sekretariat yang terletak di Jalan Karunrung.

PDIP Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi, Jalan Urip Sumohardjo dengan agenda memperkenalkan pengurus partainya dan juga mengenai lahan milik Pemprov yang akan digunakan PDIP untuk membangun kantor sekretariat yang terletak di Jalan Karunrung.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PDIP Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi, Jalan Urip Sumohardjo dengan agenda memperkenalkan pengurus partainya dan juga mengenai lahan milik Pemprov yang akan digunakan PDIP untuk membangun kantor sekretariat yang terletak di Jalan Karunrung.

Silaturahmi itu dihadiri Kejati Sulawesi Selatan DR Firdaus D Wilmar, Wakajati Sulawesi Selatan Rizal, Asintel Y Gatot Priyambudi, Kasi A Intel (ideologi politik) Zulmar Adhy Surya, dan Kasi Penkum Kejati Sulawesi Selatan Idil.

Sementara dari PDIP Sulawesi Selatan dihadiri diantaranya Andi Ridwan Witri, Rudy Pieter Goni, Ansyari Mangkona, Husain Djunaid, Andi Yaqin Padjalangi, Iqbal Arifin, H.Ilo, dan Risfayanti Muin.

“Tujuan kedatangan kami ke tempat ini untuk silaturahmi sambil memperkenalkan pengurus dan fraksi PDIP Sulawesi Selatan di DPRD. Kami juga ingin menyampaikan bahwa Pemprov telah menyerahkan penggunaan lahan untuk paetwi kami yang akan digunakan untuk pembangunan kantor partai,”ujar Ketua PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Witri (ARW) saat membuka pembicaraan, Jumat 24 Januari 2020.

Dalam kesempatan itu pula, ARW sedikit menyinggung soal Pilkada yang akan digelar di Sulawesi Selatan. Ia berharap dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

“Pilkada di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang digelar pada tahun ini agak seru. Apalagi di Makassar. Semoga tetap aman dan kondusif,”katanya.

Sebab kata dia, siapapun yang berbuat kecurangan patut di proses. Sesuai hukum yang berlaku. “Tidak ada yang kenal hukum,’ucapnya.

Adapun Kejati Sulawesi Selatan, DR Firdaus D Wilmar berharap agar Pilkada yang digelar tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Ia pun mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak melakukan politik praktis. Karena delik hukum pemilu berbeda dengan delik hukum pidana.

“Soal kecurangan pemilu yang menangani adalah Sentra Gakumdu. Nanti saya akan tempatkan unsur kejaksaan yang kredibel dan saya akan pantau langsung,”katanya.