Dinsos Sulsel Sayangkan Pengungsi Sulbar Langsung Kerumah Keluarga di Makassar

Sebanyak 94 orang pengungsi asal Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa berkuatan 6,2 richter magnitudo pada Jumat 15 Januari dini hari, akhirnya tiba di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.

Sebanyak 94 orang pengungsi asal Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa berkuatan 6,2 richter magnitudo pada Jumat 15 Januari dini hari, akhirnya tiba di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Sebanyak 94 orang pengungsi asal Sulawesi Barat yang menjadi korban gempa berkuatan 6,2 richter magnitudo pada Jumat 15 Januari dini hari, akhirnya tiba di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.

“Sudah tiba dari tadi malam sebanyak 25 orang, dan hari ini ada 69 orang pengungsi,” kataPelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Gemala Faoza, Sabtu, 16 Januari 2021.

Walau demikian, kata Gemala tidak semua pengungsi dibawa ke kantor Dinas Sosial setempat, sebab, mayoritas pengungsi dijemput keluarganya masing-masing di Lanud Hasanudin.

“Kita sudah berikan pemahaman kalau bisa ditampung dulu (kantor Dinsos) untuk diperiksa kesehatannya, tapi diambil keluarganya,”ucapnya.

Padahal, kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), sehingga diperlukan asesment maupun pemeriksaan kesehatannya.

“Kita sudah siapkan kendaraan, bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memeriksa kesehatan seluruh pengungsi, tapi sudah diambil keluarganya, adapula langsung ke bandara untuk terbang ke Jakarta,” katanya.

Saat ditanyakan apakah masih ada pengungsi akan tiba di Makassar, Gemala mengatakan belum memastikan, karena menunggu informasi pihak Lanud.

“Belum ada informasi resmi, tapi info sementara diterima diperkirakan akan datang lagi malam ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk kesiapan ruangan penampungan bagi pengungsi, kata dia, disiapkan aula dan tempat tidur darurat dengan kapasitas 70 orang.

Kemudian, sudah disiapkan rumah dinas dengan kapasitas 70 orang, termasuk dua panti telah disiapkan bila dibutuhkan menampung pengungsi.

“Kalau pun dibutuhkan, kami sediakan dua panti milik Dinsos, salah satunya panti Innang Matutu khusus anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Pihaknya menyayangkan, seharusnya proses penyerahan pengungsi, seluruhnya ditampung sementara di kantor Dinsos agar mudah didata dan diperiksa kondisi kesehatannya.

Sebab, aturan itu seusuai Standar Operasional Prosedur (SOP), penanganan bencana serta mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Pengungsi tersebut sebelumnya diangkut dengan pesawat Hercules dari bandara Tampa Padang, Sulbar menuju Lanud Hasanuddin. Proses serah terima dari pihak Lanud ke Dinsos Sosial ditandai dengan berita acara.