KPK Dalami Hasil Sitaan Uang Rupiah, US Dollar, dan SDG Dollar Kasus Suap Nurdin Abdullah

Gubernur Nurdin Abdullah atau NA telah menunjuk kuasa hukum untuk mendampingi NA selama proses yang tengah di jalani.

Gubernur Nurdin Abdullah atau NA telah menunjuk kuasa hukum untuk mendampingi NA selama proses yang tengah di jalani.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Ali Fikri mengatakan, lembaga anti rasuah akan mendalami hasil sitaan uang di empat lokasi dalam kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah.

“Uang sekitar Rp1,4 miliar, uang mata uang asing sebesar USD10.000, dan SGD190.000. Berikutnya akan diverifikasi dan dianalisa mengenai keterkaitannya dengan perkara ini sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,”kata Ali dalam keterangan tertulisnya yang diterima Djournalist.com, Kamis 4 Maret 2021.

Lanjut Ali, sejumlah uang itu merupakan
hasil penggeledahan tim penyidik KPK di empat lokasi berbeda pada 1 hingga 2 Maret 2021. Yakni rumah jabatan Gubernur Sulsel, rumah dinas Sekdis PUTR Sulsel Edy Rachmat, kantor dinas PUTR, dan rumah pribadi Nurdin Abdullah.

“Terkait dugaan tersangka suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintah Provinsi Sulsel tahun 2020-2021,”jelasnya