BPN Sulsel Temukan Mafia Tanah Kuasai Aset Daerah dengan Sertifikat Bodong

Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Selatan Bambang Priono

Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Selatan Bambang Priono

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sulawesi Selatan menemukan sejumlah aset daerah di Kota Makassar dikuasai mafia tanah dengan menggunakan sertifikat bodong.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Selatan Bambang Priono saat menggelar sosialisasi pencegahan kasus pertanahan wilayah BPN Sulawesi Selatan tahun anggaran 2021.

“Banyak aset daerah atau negara dikuasasi mafia tanah tapi sertifikat yang dimiliki bodong,”ujar Bambang kepada awak media, Kamis, 14 Oktober 2021.

Diantaranya kata dia, tanah di Al-Markaz, tol, kebun binatang, dan PLN. Modusnya, menawarkan ke beberapa investor tapi setelah di cek ternyata sertifikat yang dimiliki bodong. Ironisnya, pelakunya dengan orang yang sama.

“Saya sarankan para investor berhati-hari dengan oknum mafia tanah tersebut,”ucapnya.

Lanjut Bambang, untuk mencegah meluasnya kasus mafia tanah, pihaknya melakukan kegiatan sosialisasi kasus pertanahan dengan melibatkan PPAT, BUMN, Ombudsman, Kejaksaan, Polda, dan Kejati.

“Tanpa sinergitas kami tidak akan kuat dalam memberantas mafia tanah,”tutur Bambang.

Sedangkan Kepala Ombudsman Sulawesi Selatan Subhan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BPN pada hari ini. Pasalnya, Ombudsman 70 persen menangani persoalan pertanahan.

“70 persen laporan pertanahan kami tanganu dan ada kaitannya dengan mafia tanah,”ucapnya. Sehingga, pihaknya tengah meramu pola pengaduan khusus terkait oknum mafia tanah yang dialami.

Adapun Kepala BPN Makassar Septi Dyas menambahkan, peran BPN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan. Supaya kasus mafia tanah dapat dicegah sejak dini. Sebab tidak bisa dipungkiri nilai tanah semakin meningkat.