PPI Sayangkan Ormas Pendukung DIAmi Yang Dipimpin Kadis Kerap Lakukan Anarkis

Ketua PPI Sulsel Taqwa Bahar saat diwawancarai awak

Ketua PPI Sulsel Taqwa Bahar saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Aksi demo yang belakangan ini dilakukan pendukung Danny Pomanto- Indira (DIAmi) setelah kalah di PTTUN, dinilai rawan menimbulkan konflik. Apalagi jika berani melawan petugas kepolisian. Ini disayangkan lantaran pimpinan ormas yang getol melakukan aksi membakar ban, menutup jalan, dan anarkis ternyata pimpinannya adalah para kepala dinas di lingkup pemkot Makassar.

“Kita selalu mengedepakan prinsip untuk mengawal demokrasi yang damai. Tidak boleh karena kepentingan kita tidak terakomodir, lalu merusak tatanan yang ada. Silahkan protes tapi pada jalur yang benar,”ujar Ketua Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulawesi Selatan Taqwa Bahar, Jumat 13 Maret 2018.

Menurut dia, meski tak setuju dengan setiap putusan lembaga yang ada, tapi nilai nilai penghormatan kepada setiap lembaga harus dijunjung tinggi.

“Boleh tidak terima, tapi putusan KPU, putusan panwas, pengadilan, lembaga DPRD, kepolisian, atau apapun itu harus dihormati. Protes silahkan, tapi pada jalur yang benar, tidak menganggu orang lain,”ucapnya.

Belakangan ini ormas ormas dan komunitas pendukung DIAmi makin sering menggelar aksi demo. Mereka memprotes hasil keputusan PTTUN untuk menganulir pencalonan Danny-Indira dengan mendatangi KPU karena dianggap tidak netral serta melaporkan gakkumdu ke bawaslu dinilai tidak tegas, hingga demo di kantor DRPD memprotes 13 anggota dewan.

Menariknya, hampir semua komunitas ini adalah orang orang dekat Danny Pomanto di pemerintahan. Sebut misalnya Laskar Merah Putih (LMP), organisasi ini digawangi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapemda) Kota Makassar, Irwan Adnan. Meski pisisinya status non aktif, tapi kendali dan pembiayaan LMP masih sepenunya ditangan Irwan.

Begitu juga organisasi Garda Nusantara, diketuai Andi Bukti, Kepala Badan Perizinan Satu Atap, pengendali seluruh kegiatan perizinan di Makassar. Satu komunitas lagi, Mesa’kada belakangan diketahui di back up oleh Kadis PU, Ir Ansar.

Adapun Pemuda Pancasila dan Brigade 08 yang selalu berada di barisan terdepat pendukung Danny, dipimpin pengusaha yang juga dekat dengan calon inkumben Danny Pomanto yaitu Erwin Hatta dan Lukman. Mere dikenal banyak berhubungan dengan proyek-proyek besar di pemerintah kota Makassar.

Terkait dengan ormas pendukung DIAmi yang dipimpin kadis dan para pengusaha, Taqwa Bahar mengingatkan resiko besar berada di depan mereka. “Bisa dibayangkan, kalau pihak kepolisian merasa terusik, merasa ikut terganggu karena aksi-aksi anarkis yang tidak simpatik, itu bisa fatal. Pasti yang ditanya pertama adalah siapa ketuanya, siapa yang gerakkan,”jelas Taqwa (**)