Mesin Pencuci Tangan Versi Tiga karya Mahasiswa FT Unhas untuk Cegah Sebaran Covid-19

FT Unhas memperkenalkan mesin pencuci tangan versi tiga.

FT Unhas memperkenalkan mesin pencuci tangan versi tiga.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Fakultas Teknik (FT) Universitas Hasanuddin intensif mengembangkan inovasi melalui Tim Satgas Covid-19 FT Unhas, yang secara khusus ditujukan untuk mendukung gerakan bersama mengatasi wabah pandemi Covid-19.

Setelah beberapa waktu lalu menyerahkan mesin pencuci tangan (hand washer) versi satu dan versi dua, kali ini FT Unhas memperkenalkan mesin pencuci tangan versi tiga.

Mesin pencuci tangan versi tiga ini sepenuhnya merupakan hasil karya mahasiswa. Meskipun demikian, dalam proses pembuatan mesin yang berlangsung di Workshop Teknologi FT Unhas, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing.

Dalam wawancara beberapa waktu lalu dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan, FT Unhas, Mukti Ali, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa aktivitas mahasiswa yang menghasilkan produk inovasi ini merupakan bagian dari Tim Satgas Covid-19 Fakultas Teknik.

Di tim satgas ini, masing-masing tim mahasiswa berkolaborasi pada berbagai aktivitas.

“Ini merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh pimpinan fakultas. Pak Dekan telah menetapkan, agar setiap tim mahasiswa yang akan mendesain produk inovasi dalam masa pandemi ini agar dipertimbangkan bobot kreditnya. Untuk itu, perlu ada dosen pendamping,” kata Mukti.

Mesin pencuci tangan versi tiga ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk versi satu dan versi dua. Jika untuk versi satu, desainnya lebih kokoh dan mengandalkan gaya gravitasi untuk aliran air, sementara pada versi dua rancangan dibuat dengan penggerak listrik untuk memompa air.

Pada mesin versi tiga ini, aliran air juga mengandalkan gaya gravitasi, namun dipadukan dengan mesin penyemprot untuk cairan detergent pembersih tangan. Kapasitas untuk menyimpan air juga jauh lebih besar, sehingga sangat cocok untuk digunakan pada tempat-tempat yang selalu ramai, seperti sekolah, kampus bahkan pusat perbelanjaan.

Sebagaimana versi satu dan versi dua, mesin pencuci tangan versi tiga ini juga rencananya akan didistribusikan pada tempat-tempat yang membutuhkan. Untuk sementara, sesuai permintaan saja dulu, mengingat proses produksinya yang masih membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari.

Dekan FT Unhas, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, M.T., menjelaskan bahwa dirinya memberi ruang yang seluas-luasnya bagi sivitas akademika di fakultas yang dipimpin untuk mengembangkan gagasan inovasi dalam masa pandemi ini.

“Sekarang memang masa darurat pandemi, segala hal serba dibatasi. Namun hal itu jangan sampai membatasi kreativitas dan inovasi kita. Justru pada saat-saat seperti inilah kita perlu memaksimalkan potensi kreativitas kita,” kata Arsyad.(***)