Inovasi Promosi dan Pemasaran Pariwisata, Desa Bira Luncurkan Website Wisata

Layanan promosi wisata Desa Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yaitu wisatabira.com, resmi diluncurkan.(foto:ist)

Layanan promosi wisata Desa Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yaitu wisatabira.com, resmi diluncurkan.(foto:ist)

BULUKUMBA, DJOURNALIST.com – Layanan promosi wisata Desa Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yaitu wisatabira.com, resmi diluncurkan.

Layanan tersebut merupakan persembahan salah seorang anggota tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB), Dr Ira Adriati yang telah sukses melalukan riset di Bira Bulukumba Sulawesi Selatan.

Peluncuran web wisatabira.com itu dilakukan langsung oleh Dr Ira Adriati (tim riset LPPM ITB) bersama dengan Kepala Desa Bira, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Murlawa yang ditandai klik tombol, Senin, 18 Oktober 2021 di Kantor Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

    Peluncuran itu turut disaksikan jajaran SKPD dan Forkopimda Kabupaten Bulukumba, seperti Dinas PMD Kabupaten Bulukumba, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Diskominfo, Kapolres Bulukumba AKBP. Suryono Ridho Murtedjo, S.IK, M.Si, Dandim 1411 Bulukumba Letkol CZI. Dendi Rahmat Subekti.S.IP, pejabat Kecamatan Bontobahari, Kapolsek, Kodim, KUA, BPD Bira, dan sejumlah lembaga dan tokoh masyarakat. Bahkan di tengah lokasi acara juga tampak rombongan mahasiswa KKN dari UIN Makassar yang saat ini sedang melaksanakan KKN di Desa Bira Kabupaten Bulukumba.

    Wisatabira.com merupakan persembahan dari tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung yang telah sukses melakukan riset wisata dan budaya Bira. Bahkan, selain meluncurkan web wisata Bira, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tersebut juga sukses menulis dua buku terkait Bira berjudul Wisata Bira dan Budaya Bahari Bira.

    Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung, Dr Ira Adriati Winarno mengatakan dirinya sudah berkunjung ke Bira sudah yang keempat kalinya. Dimana ia mengaku menginjakkan kaki di Bira sejak tahun 2016 setelah mendapat tugas untuk melakukan riset dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dengan meriset Pinisi.

    “Dari sana saya melihat Desa Bira ini memiliki potensi yang sangat besar untuk kemajuan pariwisata dan juga keunikan-keunikan yang tidak dimiliki oleh kawasan lain sehingga saya mengajukan kerjasama untuk Desa Bira sebagai percontohan desa wisata budaya berbasis kearifan lokal masyarakat Bugis,”ujar Ira.

    Ira juga menyampaikan dirinya bertemu dengan pejabat setempat dalam hal ini Kepala Desa Bira pada September tahun 2020 lalu. Pada saat itu, sukses melakukan proses pengabdian masyarakat melalui pelatihan bagi anggota pembuat kerajinan dengan melibatkan komunitas pengrajin.

    Menurut dia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat tentunya. Sehingga berharap dengan adanya website wisatabira.com ini dapat meningkatkan promosi dan pemasaran pariwisata di Bira.

    “Kita berharap dengan adanya platform tersebut dapat meningkatkan promosi dan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,”beber Ira.

    Sementara itu, Kepala Desa Bira, Murlawa dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung dalam hal ini Ibu Dr Ira Adriati Winarno yang telah meluangkan waktunya untuk melakukan riset dan telah banyak membantu masyarakatnya dalam melakukan pengabdian selama ini.

    “Sangat mengapresiasi tim LPPM ITB yang telah memilih desa kami sebagai lokasi riset dan melakukan pengabdian di wilayah kami. Kami juga menyampaikan apresiasi dalam menciptakan inovasi dan mendukung pembuatan platform informasi wisata desa Bira,”ujarnya.

    “Ini juga menjadi kehormatan dan spirit bagi masyarakat dan juga pemerintah desa karena tim LPPM ITB telah memilih Bira sebagai lokasi risetnya,”tutupnya.(***)