Bea Cukai Makassar Musnahkan Rokok dan Sex Toys Ilegal

Bea Cukai Makassar,Andri Pramono,Musnahkan Rokok dan Sex Toys Ilegal

Bea Cukai Makassar,Andri Pramono,Musnahkan Rokok dan Sex Toys Ilegal, Kamis 18 November 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) memusnahkan sejumlah barang ilegal hasil penindakan selama tahun 2021. Barang ilegal tersebut menyebabkan negara mengalami kerugian Rp2,5 miliar.

Kepala Bea Cukai Makassar, Andri Pramono mengatakan sepanjang tahun 2021 pihaknya secara masif melakukan tugas dan fungsi proteksi terkait pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai. Hasil penindakan, Bea Cukai Makassar telah mengamankan jutaan batang rokok, dan 632 paket kiriman berupa Sex Toys, bibit tanaman, part senjata, obat-obatan.

“4.238.500 batang rokok tanpa dilengkapi pita cukai dan 632 paket barang kiriman periode Februari 2020 sampai September 2021. Jenis barang yang ditegah berupa sex toys, bibit tanaman, part senjata, obat-obatan dan lain sebagainya,” ujar  Andri saat pemusnahan barang bukti kantor Bea Cukai Makassar, Kamis 18 November 2021.

Baca Juga:

    Andri mengatakan sex toys merupakan barang dilarang di Indonesia. Apalagi, sex toys tersebut merupakan barang kiriman dari luar Indonesia yang kemudian masuk ke Makassar melalui jasa pengiriman.

    “Sex toys masih barang dilarang di Indonesia, sehingga barang seperti itu masuk dalam kategori barang larangan dan pembatasan. Sementara obat-obatan dan perlengkapan senjata dilarang selama tidak ada rekomendasi dari pihak yang bersangkutan,” ucapnya.

    Sementara terkait rokok ilegal, Andri mengungkapkan barang tersebut berasal dari Pulau Jawa dan masuk ke Sulsel. Rokok tersebut, disita karena tidak memiliki pita cukai saat diedarkan di Makassar dan sekitarnya.

    “Rokok yang dimusnahkan berasal dari luar Sulsel. Rokok itu masuk melalui pengiriman logistik paling dekat Makassar adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” bebernya.

    Andri mengungkapkan barang ilegal yang dimusnahkan nilainya ditaksir mencapai Rp4,4 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, potensi kerugian negara mencapai Rp2,5 miliar lebih.

    “Perkiaraan nilai barang sebesar Rp4.429.140.269 dan potensi kerugian negara sebesar Rp2.541.633.662,”katanya.

    Andri menambahhkan pihaknya akan terus melakukan langkah pencegahan untuk menekan peredaran barang ilegal di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.