Melepas Cengkeraman Mafia Tambang, Ryan Latief Bentuk Aliansi ASA

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sosok Ryan Latief terus menyuarakan perkembangan sektor pertambangan di Sulawesi Selatan. Pasca mengkritisi penolakan perpanjangan kontrak PT Vale oleh Pemprov Sulsel, kini pengusaha yang banyak menghabiskan waktu di dunia tambang itu menduga adanya praktik-praktik mafia tambang yang bergerak di Sulawesi Selatan.

Tak ingin tanah kelahirannya dicengkeram mafia tambang, Ryan Latief yang juga putra asli asal Luwu Timur itu bergegas mengumpulkan beberapa aktivis mahasiswa lingkar tambang, serikat buruh, tokoh masyarakat dan membentuk Aliansi Tokoh Masyarakat, Serikat Buruh, Aktivis Mahasiswa Lingkar Tambang (Aliansi ASA).

“Aliansi ini kita bentuk untuk membongkar dugaan adanya praktik-praktik mafia tambang. Dan yang terpenting untuk saat ini kami akan mengkaji dan mendalami apa yang sebenarnya terjadi di eks lahan PT Inco di Lutim. Mari selamatkan kekayaan alam Tanah Luwu,” seru Ryan Latief.

Untuk selanjutmya kata Ryan, Aliansi yang dibentuk ini akan menyurat ke Komisi VII DPR RI agar diberikan ruang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum.

“Dalam waktu dekat ini kami akan menyurat ke Komisi VII DPR RI Untuk RDPU. Selanjutnya kami akan menghadap langsung ke bapak presiden dan meminta untuk menugaskan aparat hukum membuka adanya dugaan mafia tambang di Sulsel khususnya di lahan eks PT Inco PT Vale. Kami juga akan meminta kepada rekan-rekan organisasi untuk menampung aspirasi masyarakat apa yang belum terealisasi oleh PT Vale agar kita masukkan dalam modifikasi kontrak karya. Kami ingin PT Vale tetap diperpanjang kontrak karyanya tetapi dengan catatan melakukan modifikasi-modifikasi kontrak karya. Apa yang belum direalisasi kita akan menuntut dan meminta PT Vale melaksanakan apa yang belum direalisasikan. Kita harus objektif dalam hal ini,karena Vale adalah perusahaan corporaye. Disitu bukan ada pemilik saham tunggal,”tutup Ryan. (**)